Kamis, 25 Oktober 2012

Sejarah Pensil Di Dunia

Hampir setiap hati kita menggunakan pensil untuk menulis. Nah, sekaranglah saatnya kita mendengar sejarah tentang pensiil.Banyak yang menarik lho !



Awalnya Stylus

Di zaman Romawi Kuno, para pemuka agama menulis pada papirus menggunakan stylus. Papirus adalah cikal bakal kertas. Papirus terbuat dari tanaman sejenis alang-alang yang disebut papirus. Stylus adalah batang logam timah yang tipis. Ketika di goreskan di papirus, stylus meninggalkan coretan yang tipis tetapi masih bisa terlihat.



Sekarang Pensil

Dari Stylus itu berkembang menjadi pensil. Ceritanya, pada tahun 1564 di Borrowdale, Inggris di temukan tambang grafit yang cukup besar. Penduduk setempat menggunakannya untuk menandai domba. Coretannya terlihat sangat jelas. Sayang grafit sangat lembut dan rapuh, sehingga menyulitkan pemegangnnya. Nah, supaya mudah di gunakan, batang graft itu lalu dililit tali. Ada juga yang di jepit dengan kayu. Setahun kemudian, tahun 1565, grafit itu dimasukkan ke dalam tongkat kayu yang sudah berlubang. Itulah awal terciptanya pensil.



Tebal dan Tipis

Untuk mengisi soal-soal ujian yang di periksa dengan komputer, kita disuruh menggunakan pensil 2B. Apa, ya, pensil 2B ? Begini ! Kamu mungkin pernah menulis dengan pensil yang keras dengan hasil goresan tipis. Sebaliknya, kamu mungkin juga pernah menulis dengan pensil yang empuk dengan hasil goresan tebal. Nah, tebal-tipis dan keras-empuknya pensil itu ada ukurannya. Ukuran ini bisa kita lihat di salah satu sisi di ujung pensil. Salah satunya ukuran 2B. O iya, kalau pensil itu tidak memiliki tanda berarti ukurannya HB. 



Arti dari kata "H" di pensil

Huruf "H" kependekan dari kata "Hard". Artinya keras. Semakin besar angka di depan huruf "H", maka semakin keras isi pensil itu dan semakin tipis hasil goresannya.

 
 

Arti dari kata "B" di pensil

Huruf "B" kependakan dari kata "Black". Artinya hitam. Semakin besar angka di depan huruf "B", semakin hitam atau tebal goresan yang dihasilkan.




Sumber:Majalah Bobo Edisi 29 ( Terbit 25 Oktober 2012 )

0 komentar:

Posting Komentar